Masa Prasejarah dan Praaksara di Indonesia

Secara keilmuan memang belum diketahui kapan dan seperti apa bumi ini diciptakan oleh yang maha kuasa. namun kita wajib bersyukur kepada tuhan karena sudah menciptakan alam semesta berikut isinya secara komplit dan cukup untuk memenuhi keburuhan kita selama hidup di bumi ini.
Sejak pertama kali bumi diciptakan hingga saat ini baik bumi maupun kehidupan didalamnya selalu mengalami perkembangan dan kemajuan dalam berbagai bidang, perkembangan tersebut terbagi dalam setiap zaman seperti arkaezoikum, paleozoikum, mesozoikum dan neozoikum. Dibawah ini akan dijelaskan sedikit mengenai zaman-zaman tersebut.


  1. Zaman Arkaezoikum adalah zaman yang paling tua, berlangsung sekitar 2500 juta tahun yang lalu, pada masa ini belum ada kehidupan karena buni masih dalam proses pembentukan serta permukaannya masih sangat panas.
  2. Zaman Paleozoikum, zaman ini  disebut juga sebagai zaman primer, pada masa ini suhu bumi menurun atau bumi mulai mendingin. Zaman ini berlangsung sekitar 340 juta tahun yang lalu dan pada masa ini juga muncul makhluk hidup bersel satu yang diperkirakan sebagai makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi.
  3. Zaman Mesozoikum zaman ini  disebut juga sebagai  Zaman Sekunder atau dengan nama lain yaitu zaman Reptile, Masa ini berlangsung sekitar 140 juta tahun yang lalu, di zaman ini hidup reptile-reptile raksasa seperti Dinosaurus.
  4. Zaman Neozoikum adalah zaman yang sudah mulai stabil bentuk kehidupannya. di mana sudah ada hewan menyusui  atau mamalia yang hidup di zaman ini . zaman berkurangnya hewan melata atau reptile yang besar, zaman Neozoikum ini dibagi lagi  menjadi beberapa bagian, yaitu :


  • Zaman Alluvium atau Holosen diperkirakan terjadi sekitar 20.000 tahun yang lalu di tandai dengan munculnya nenek moyang dari manusia modern yaitu homo sapiens berdasarkan teori Darwin.walaupun sampai sekarang belum bisa dibuktikan apakah benar nenek moyang menusia adalah homo sapiens.
  • Zaman Divilum atau zaman Pleistosen atau disebut juga dengan zaman es karena pada zaman ini es dikawasan kutub mulai mencair karena perubahan iklim yang pesat  . Manusia juga sudah mulai hidup pada zaman  ini dan manusia pertama yang dating atau lahir di bumi adalah nabi ada  As.
    Jauh sebelum manusia diciptakan bumi sudah sangat lama diciptakan oleh tuhan. Dan belum bias dibuktikan secara riel seperti apakah makhluk- makhluk yang menghuni bumi sebelum manusia . namun dari beberapa penemuan tentang fosil- fosil sisa kehidupan pada zaman dahulu, bisa disimpulkan bahwa makhluk – makhluk penghuni bumi berukuran besar. Ukuran tersebut bisa 10 sampai 20 kali lipat dengan ukuran makhluk yang menghuni bumi pada zaman sekarang.


Masa Praaksara dan Prasejarah Di Indonesia

A. Pengertian Masa Prasejarah atau Praaksara

Prasejarah atau Praaksara adalah masa dimana manusia tidak atau belum mengenal tulisan. Setiap suku bangsa yang ada didunia mengalami masa pra-aksara  yang berbeda periodenya  begitu juga hilangnya masa praaksara tersebut, setelah manusia mengenal tulisan maka secar otomsatis zaman itu berubah menjadi zaman sejarah.


B. Jenis-Jenis Manusia Purba Yang Pernah Hidup Di Indonesia

Berdasarkan penelitian dan fosil yang ditemukan oleh pakar arkeologi banyak fosil puba yang  ditemukan di Indonesia terutama di daerah Pulau Jawa. Dari banyaknya fosil yang ditemukan di pulau jawa tersebut ada sebagian besar banyak ditemukan di Lembah sekitar Sungai Brantas dan Lembah Bengawan Solo, yang menunjukkan bahwa mereka tinggal di daerah tersebut.
Adapun manusia purba yang banyak hidup di Indonesia adalah sebagai berikut :

  1. Meganthropus Paleojavanicus yaitu manusia purba yang berukuran besar dan tua yang hidup di pulau Jawa, Meganthropus Paleojavanicus ini memiliki tubuh yang besar dan  kekar. Fosil Manusia purba ini pernah ditemukan di Sangiran, Surakarta  jawa tengah oleh Von Koeningswald pada tahun 1936 dan 1941.
  2. Pithecanthropus Erectus yaitu manusia purba  kera tegak berdiri, manusia purba ini  berbadan tegak dan tingginya sekitar 165-180 cm. Manusia purba ini ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil kawasan lembah sungai Bengawan Solo Surakarta pada tahun 1891 dan merupakan manusia purba yang paling banyak ditemukan. Manusia purba ini diketemukan di Kedungtrubus, Trinil, Mojokerto, Sangiran dan Ngandong.
  3. Manusia purba jenis  Homo, manusia purba ini memiliki beberapa jenis  yaitu homo wajakensis, homo soloensis dan homo sapiens, manusia  purba ini memiliki keadaan dan ciri fisik yang  lebih baik dari pada Manusia purba pada zaman  sebelumnya.


C. Perkembangan Manusia Purba Di Indonesia

Perkembangan dan  perubahan manusia purba dari masa ke masa di Indonesia adalah sebagai berikut :

  1. Masa Berburu Dan Meramu,pada masa ini sangatlah identik dengan hidup berpindah-pindah atau biasa  disebut kehidupan nomaden. Kehidupan pada masa ini manusia memanfaatkan dan mengambil makanan yang bersumber dari alam tanpa harus menanam atau mengolahnya terlebih dulu biasanya kehidupan ini  disebut food gathering . Peralatan yang digunakan pada Masa Berburu adalah kapak perimbas untuk memotong kayu, memecahkan tulang dan memotong binatang. & kapak genggam untuk menggali umbi dan alat serpih yang berfungsi sebagai pisau.
  2. Masa Bercocok Tanam .Pada masa ini manusia purba sudah tinggal menetap disuatu tempat tinggal dan manusia purba mulai mengenal kegiatan bercocok tanam dan pada masa ini juga. Akan tetapi , kegiatan berburu dan meramu masih belum sepenuhnya hilang dari kehidupan mereka. Peralatan  yang digunakan pada masa ini banyak terbuat dari batu yang dihaluskan seperti mata panah, gerabah, beliung persegi, dan kapak lonjong.
  3. Masa pertukangan. Pada masa ini, manusia purba sudah mengenal pembagian tugas atau kerja. Pertukangan dan pengecoran logam seperti perunggu juga sudah dikenal untuk memenuhi keperluan peralatan rumah tangga.


Demikianlah penjelasan kami tentang Masa Prasejarah dan Praaksara di Indonesia . Semoga bermanfaat dan kami meminta maaf apabila masih terdapat kekurangan dan kesalahan pada artikel ini. Terimakasih.

Baca juga :

0 Response to "Masa Prasejarah dan Praaksara di Indonesia "

Post a Comment