Berpikir Kritis

Diposting pada

Berpendidikan.Com – Kemampuan untuk berpikir kritis adalah kemampuan seseorang untuk menganalisis gagasan atau ide secara logis, reflektif, sistematis dan produktif untuk menilai dan membuat keputusan tentang apa yang diyakini atau apa yang akan dilakukan untuk berhasil menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Berpikir kritis melibatkan proses berpikir tingkat tinggi, karena ketika keputusan dibuat atau kesimpulan diambil di bawah kontrol aktif, ini adalah pemikiran yang masuk akal, tercermin, bertanggung jawab dan terampil. Tidak semua orang bisa berpikir kritis karena itu membutuhkan keyakinan yang kuat dan mendasar sehingga mereka tidak mudah dipengaruhi. Kemampuan untuk berpikir kritis diperlukan untuk menganalisis masalah dan menemukan solusi untuk masalah tersebut.

Berpikir-Kritis
Berpikir Kritis

Ciri-ciri Berpikir Kritis

Berikut ini adalah ciri-ciri pemikiran kritis, termasuk:Kenali bagian-bagian keseluruhan secara detail.

  1. Pandai mengidentifikasi masalah.
  2. Dapat membedakan ide yang relevan dari yang tidak relevan.
  3. Dapat membedakan antara fakta dan idiom atau pendapat.
  4. Dapat mengenali perbedaan atau kesenjangan informasi.
  5. Dapat membedakan antara argumen logis dan tidak logis.
  6. Dapat mengembangkan kriteria atau standar penilaian data.
  7. Suka mengumpulkan data untuk bukti faktual.
  8. Dapat membedakan antara kritik konstruktif dan destruktif.
  9. Dapat mengidentifikasi berbagai tampilan perspektif yang terkait dengan data.
  10. Dapat memeriksa asumsi dengan cermat.
  11. Dapat memeriksa ide-ide yang bertentangan dengan peristiwa di lingkungan.
  12. Dapat mengidentifikasi atribut manusia, tempat dan benda seperti alam, bentuk, bentuk, dll.
  13. Dapat membuat daftar semua konsekuensi yang mungkin timbul atau solusi alternatif untuk masalah, ide, dan situasi.
  14. Dapat membangun hubungan berurutan antara satu masalah dan yang lainnya.
  15. Dapat menarik kesimpulan generalisasi dari data yang sudah tersedia dengan data dari lapangan.
  16. Hati-hati dapat menarik kesimpulan dari data yang tersedia.
  17. Dapat membuat prediksi berdasarkan informasi yang tersedia.
  18. Dapat membedakan kesimpulan yang salah dan benar dari informasi yang diterima.

Indikator Berpikir Kritis

Fisher (dalam Rahmawati 2011: 8) menjelaskan bahwa ada indikator untuk berpikir kritis, termasuk:

  1. Identifikasi unsur-unsur dalam kasus yang dibenarkan, terutama alasan dan kesimpulan.
  2. Identifikasi dan evaluasi asumsi
  3. Jelaskan dan tafsirkan pernyataan dan gagasan
  4. Penerimaan hakim, terutama berdasarkan kredibilitas dan klaim
  5. Melakukan analisis, evaluasi, dan penjelasan
  6. Lakukan analisis, evaluasi, dan keputusan
  7. Dapat Menyimpulkan
  8. Buat argumen

Kemudian, menurut Ennis (dalam Maftukhin 2013: 24), ada lima set indikator untuk keterampilan berpikir kritis, termasuk:

Klasifikasi dasar (Elementary Clarification)

Klasifikasi dasar dapat dibagi menjadi tiga indikator:

  1. Identifikasi atau rumuskan pertanyaan
  2. Menganalisis argumen
  3. Tanyakan dan periksa pertanyaan klasifikasi dan / atau pertanyaan yang menantang.

Memberikan alasan untuk suatu keputusan (The Basic for The Decision)

Fase ini dibagi menjadi dua indikator:

  1. Buat deduksi dan perhitungkan hasil deduksi
  2. Lakukan induksi dan lihat hasil induksi
  3. Buat dan pertimbangkan nilai keputusan

Klasifikasi lanjutan (Advanced Clarification)

Fase ini dibagi menjadi dua indikator:

  1. Identifikasi persyaratan dan pertimbangkan definisi
  2. Mengacu pada asumsi yang tidak ditentukan

Keterpaduan dan Dugaan (Supposition and Integration)

Pada titik ini dibagi menjadi dua indikator yaitu:

  1. Melakukan pertimbangan dan berpikir logis tentang kondisi, alasan, asumsi, sudut pandang dan saran lain yang tidak setuju dengan mereka, atau membiarkan mereka diragukan tanpa ketidaksetujuan atau keraguan mengganggu pendapat Anda
  2. Kombinasi keterampilan dan disposisi lain untuk membuat dan mempertahankan keputusan.

Tujuan Berpikir Kritis

Tujuan berpikir kritis merupukan untuk dapat menguji opini dan ide, termasuk penilaian atau pemikiran berdasarkan pendapat yang diungkapkan. Sebagai aturan, pertimbangan ini didukung oleh kriteria yang dapat diperhitungkan.

Kemampuan berpikir kritis dapat mendorong seseorang untuk menemukan ide atau pemikiran baru tentang masalah dunia. Seseorang dilatih cara memilih pendapat yang berbeda sehingga mereka dapat membedakan pendapat mana yang relevan dan mana yang tidak relevan, mana yang benar dan mana yang salah. Mengembangkan keterampilan berpikir kritis dapat membantu menarik kesimpulan dengan memperhitungkan data dan fakta yang terjadi di lapangan.

Cara Berpikir Kritis

Pada dasarnya, pemikiran kritis datang dari dalam diri seseorang. Dengan mengembangkan pemikiran kritis, Anda dapat membantu seseorang menjadi orang yang tidak membuat keputusan tergesa-gesa dan yang juga mencari solusi untuk masalah. Cara berpikir kritis:

  1. Selalu berpikir dengan kepala dingin.
  2. Tidak lebih diutamakan emosi daripada logika.
  3. Selalu pikirkan semua kemungkinan.
  4. Selalu siap untuk apa yang harus ditangani dan yang menanggung risiko.
  5. Buat keputusan ini berdasarkan fakta dan data.

Manfaat Berpikir Kritis

Manfaat berpikir kritis meliputi:

  1. Berpikir kritis dapat menyelesaikan masalah.
  2. Berpikir kritis dapat membantu Anda membuat keputusan.
  3. Berpikir kritis dapat membedakan antara fakta dan pendapat.
  4. Berpikir kritis dapat membantu Anda tetap tenang bahkan dengan masalah yang sulit.

Demikianlah pembahasan tentang berpikir kritis semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

Posting terkait: