Fungsi Lisosom

Diposting pada

Fungsi Lisosom – Apa yang terlintas jika mendengar kata lisosom? Berdasarkan pertanyaan ini, kita akan membahas mengenai lisosom. Mungkin sebagian dari anda sudah tahu dan memahami lisosom.

Namun, tidak dapat disangkal bahwa masih banyak dari Anda yang belum mengetahui dan memahami lisosom. Oleh karena itu, artikel ini ditulis agar Anda yang tidak tahu dan mengerti lisosom, menjadi paham dan mengerti. penjelasan lengkap lisosom dibawah ini.

Fungsi-Lisosom

Pengertian Lisosom

Lisosom adalah organel dalam sel hewan yang bulat dan dibatasi oleh sistem membran tunggal. Diameter lisosom umumnya lebih dari 1,5 mikron dan terletak di dekat tubuh golgi. Ada banyak protein dalam tubuh Golgi yang digunakan untuk membuat lisosom. Fosfatase dan roteolitik fosfatase merupakan enzim hidrolik dan berasal dari lisosom.

Enzim ini dapat mencerna makanan yang dihasilkan dari fagositosis. Jumlah lisosom dalam sel sekresi lebih tinggi daripada sekresi lainnya, termasuk ginjal, leukosit, pankreas dan sel hati. Ada banyak sel putih dalam lisosom karena sel-sel ini dapat menghasilkan zat imun. Selain itu, lisosom memiliki aufagi, autolisis, dan menghancurkan makanan melalui eksositosis.

Struktur Lisosom

Lisosom merupakan organel sel membran tunggal yang diproduksi oleh tubuh Golgi, memiliki pH sangat rendah dan mengandung enzim hidrolitik, suatu enzim yang dapat mencerna setiap mikromolekul intrasel. Dalam kondisi asam, enzim tersebut dapat menghidrolisis protein, lemak, asam polisakarida dan nukleat.

Makromolekul sering juga memasuki fagositosis sel dan membentuk struktur dalam bentuk vakuola makanan. Kemudian lisosom dari tubuh Golgi bergabung dengan Essvacuole. Akhirnya, enzim pada lisosom memasuki vakuola untuk mencerna makromolekul (partikel makanan). Mekanisme seperti itu dapat terjadi pada manusia ketika sel darah putih memakan bakteri atau zat asing lainnya. Dalam hal ini, lisosom juga dapat dianggap sebagai organel pertahanan sel.

Permukaan luar dibentuk oleh membran tunggal, bilayer fosfolipid yang dapat menyatu dengan beberapa organel lain yang terikat membran. berdiameter sekitar melingkar hingga satu mikrometer (1 m). Lisosom tunggal mengandung banyak molekul enzim.

Enzim yang terkandung dalam lisosom secara kolektif dikenal sebagai asam hidrolase dan bekerja paling baik di lingkungan asam pada pH rendah. Bagian dalam endosom lanjut bersifat asam (pH sekitar 4,8 – 5) dibandingkan dengan cairan intraseluler yang sedikit basa (pH sekitar 7,2), juga disebut sitosol, yang mengelilingi organel seperti lisosom dalam sel.

Ciri-ciri Lisosom

  1. Dibentuk oleh kompleks Golgi
  2. Mengandung enzim hidrolitik (lisozim)
  3. Memiliki sistem membran tunggal

Fungsi Lisosom

Pencernaan intrasel merupakan fungsi utama lisosom. bahan yang dicerna berasal dari luar atau dalam sel tersebut pada lisosom. Pencernaan intrasel terjadi selalu didalam lisosom, zat klorolitik dan enzim yang tidak pernah lepas dari lisosom, sehingga pencernaan berjalan secara optimal.

Namun, enzim hidrolitik dalam lisosom keluar jika pecah membran lisosom serta mencerna sel-sel tersebut di samping merombak organel sel tua, proses metamoifosis misalnya pada kodok yang menyusutnya ekor untuk berudu karena pencernaan oleh enzim catepsin im lysosome. Memulihkan ukuran rahim sesudah kehamilan, proses pembuahan, di mana bagian sperma disebut akrosom, Hyaluronidase adalah enzim yang terkandung untuk pencernaan zona pellucida dalam telur.

Fungsi lisosom dalam proses secara umum adalah sebagai berikut :

Endositosis

Endositosis merupakan pengenalan makromolekul dari bagian luar sel masuk ke dalam dalam sel yang dilalui mekanisme endositosis yang pada akhirnya diangkut ke vesikel yang kecil serta tidak teratur yang dinamakan endosom awal. Bagian dari bahan diurutkan dan sebagian digunakan kembali (dilepaskan pada sitoplasma) ketika tidak diangkut ke endosom. Pada endosom lanjut, bahan pertama kali bertemu enzim hidrolitik. pH sekitar 6pada endosom awal dalam endosom menurun yang mengarah pada pembentukan lisosom dan maturasi.

Autofagi

Penggunaan proses autofagi digunakan degradasi dan pembuangan bagian-bagian spesifik sel seperti organsel yang sudah tidak lagi berfungsi. Pembentukan aouto fagosom dan pembungkus organsel adalah bagian dari retikulum endoplasma kasar. Kemudian enzim hidrolitikbergabung dengan autofagosom trans golgi serta berkembang menjadi endosom lanjut (atau lisosom). Proses ini bermanfaat dalam sel-sel hati di mana embrio manusia berudu diubah menjadi katak.

Fagositosis

Dalam fagositosis, partikel besar serta mikroorganisme seperti virus dan bakteri dimasukkan ke sel dalam. Pertama, membran membungkus mikroorganisme atau partikel serta membentuk fagosom. Selanjutnya fagosom bergabung pada enzim hidrolitik trans golgi serta berkembang dan menjadi endosom lanjut (lisosom).

Pencernaan Intrasel

Pencernaan intrasel merupakan salah satu fungsi utama dalam lisosom. Ketika suatu benda dicerna, benda itu bisa berasal dari luar atau di dalam sel itu sendiri. Jika objek yang dicerna berasal dari luar sel, objek memasuki sitoplasma melalui phagocytosis dan pinocytosis.

Pencernaan intrasel disebut demikian karena pencernaan terjadi di lisosom, di mana enzim hidrolitik tidak pernah keluar dari lisosom. akan keluar dari lisosom dan menghancurkan sel itu sendiri.

Endositosis

Endositosis merupakan fungsi lisosom, dengan mekanisme masuknya makromolekul kedalam sel melalui luar sel. Makromolekul melewati jalur endositik, di mana molekul yang merupakan vesikel kecil dan tidak teratur, diangkut ke endosom awal.

Endosom awal memiliki pH asam sekitar 6 pH dari mana beberapa makromolekul menjalani proses seleksi di mana suatu benda diangkut ke endosom lanjut. Ada juga hal-hal yang tidak bermanfaat bagi tubuh dan dilepaskan ke dalam sitoplasma.

Dalam endosom lanjut ini dengan pH asam 5, proses pematangan objek yang direkam terjadi yang membentuk lisosom. Dalam proses endositosis ini, 2 reseptor terletak di luar membran.

Plasma pada reseptor adalah:

  1. Di Housekeeping, reseptor bertanggung jawab untuk mengambil benda yang kemudian digunakan oleh sel.
  2. Di Signaling reseptor bertanggung jawab untuk proses pengikatan ligan di bagian ekstrasel, yang berfungsi untuk mengirimkan perintah dan mengubah aktivitas di dalam sel.

Autolisis

Autolisi ini merupakan fungsi dari lisosom, suatu mekanisme penghancuran diri yang dilakukan oleh sel dengan melepaskan isi lisosom ke dalam sel. Contoh dari fungsi autolisis adalah bahwa dalam kasus ini terjadi dalam siklus hidup katak ketika kecebong melanjutkan ekornya di tubuhnya ketika katak tumbuh.

Fungsi Lisosom terhadap Tubuh Manusia

  1. Lisosom bekerja untuk mencerna cadangan makanan ketika kekurangan makanan terjadi.
  2. Lisosom bertindak dalam pencernaan makanan yang dihasilkan dari pinositosis dan fagositosis.
  3. Lisosom bertindak sebagai autolisis yaitu lisosom dapat menghancurkan organel sel yang rusak di bawah kondisi fisiologis tertentu dalam jaringan tubuh yang disebut autofagi.
  4. Lisosom menetralkan zat karsinogenik yang merupakan zat karsinogenik.
  5. Lisosom menghancurkan zat yang ada di luar sel, salah satunya untuk menghancurkan sel sperma yang mengeluarkan enzim pada saat pembuahan.

Fungsi Lisosom pada Tumbuhan & Hewan

  1. Fungsi lisosom dalam memproses pencernaan benda asing dan pencernaan yang masuk ke dalam sel-sel tubuh hewan. Contohnya adalah seekor ular yang memburu binatang yang lebih besar dari tubuh ular itu. Karena lisosom di dalam tubuh ular
  2. Dapat berperan dalam proses membawa atau menghancurkan organel sel, misalnya proses kerusakan kloroplas pada tanaman yang lebih tua.

Macam-macam Lisosom

Mikroskopis elektron menunjukkan bahwa ukuran lisosom dan bentuk nya sangat bervariasi. Namun demikian, lisosom masih dapat diperkuat sebagai organel sel. Lisosom dalam hal aspek fisiologis terdapat dua kategori yaitu lisosom sekunder serta lisosom primer.

Sejauh ini, terdapat 2 lisosom diketahui yaitu lisosom sekunder serta lisosom primer. Perbedaannya ialah bahwa lisosom primer adalah lisosom yang belum pernah digunakan untuk hirolisis/pencernaan, dan juga lisosom sekunder adalah lisosom primer yang sudah bekerja serta menyatu ke membran fagosom.

Enzim hidrolase hanya terkadung dalam lisosom primer hanya mengandung enzim hidrolase, dan pada lisosom sekunder yang mengandung enzim hidrolase dan juga memiliki substrat yang dicerna seperti:

  • Heterofagosom merupakan kombinasi dari fagosom dengan lisosom primer dengan .
  • Sitolisosom adalah kombinasi dari autosom dan lisosom primer.
  • Badan residu merupakan vakuola yang mengandung bahan residu yang bisa tercerna.

Demikianlah pembahasan tentang fungsi lisosom semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya :