Macam-macam Puasa

Diposting pada

Berpendidikan.com – Puasa atau dikenal dalam bahasa arab sebagai shaum merupakan salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat islam di seluruh dunia. Puasa secara harfiah merupakan kegiatan untuk menahan rasa haus dan lapar dari matahari terbit hingga terbenam. Tetapi inti dari puasa bukanlah untuk menahan rasa haus dan lapar, tetapi untuk menahan nafsu. Puasa yang sering dilakukan oleh setiap muslim setiap tahun merupakan puasa Ramadhan, yang dilakukan selama sebulan penuh. Puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu rukun islam yang wajib dijalankan.

Selain puasa Ramadhan yang merupakan puasa wajib ajaran Islam juga mengatur puasa sunnah di luar puasa wajib. Jika puasa wajib di bulan Ramadhan dan menjadi ibadah inti, puasa Sunah merupakan ibadah yang saling melengkapi. Hal yang sama berlaku untuk shalat wajib, yang dilengkapi dengan shalat sunnah. Meskipun ibadah sunnah, memiliki banyak kebajikan bagi mereka yang melakukannya.

4 macam Puasa

Macam-macam-Puasa

Berikut beberapa macam puasa yaitu :

Puasa wajib terdiri dari: Puasa Ramadhan, kafarat dan nadzar.
Puasa sunnah terdiri dari: puasa daud, syawal, tarwiyah, puasa senin-kamis dll.
Puasa makruh yang terdiri dari puasa yang dikhususkan pada hari sabtu dan jumat.
Puasa haram yang terdiri dari puasa dari idul fitri dan idul adha dan puasa sepanjang hari.

1. Puasa Wajib

Dalam agama Islam, wajib berarti harus memenuhi kewajiban puasa. Jika seseorang berpuasa, ia akan diberi pahala dan jika tidak mengerjakan puasa ia akan berdosa. Berikut ini beberapa macam puasa wajib:

– Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan jenis puasa yang paling umum karena wajib berpuasa sebulan bagi setiap muslim yang telah melewati baligh selama bulan Ramadhan. Kewajiban untuk berpuasa selama bulan Ramadhan tercantum dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183.

– Puasa nadzar

Jenis puasa wajib kedua adalah puasa nazar yang puasa berdasarkan janji. Nazar sendiri secara harfiah berarti janji sehingga puasa yang didelegasikan memiliki hukum yang mengikat.

– Puasa Kifarat

Jenis puasa wajib terakhir adalah puasa kifarat atau denda yaitu puasa yang dilakukan untuk mengganti denda atau dam karena melanggar hukum wajib misalnya tanpa melaksanakan puasa. Tujuan puasa ini bertujuan untuk menghapus dosa yang dilakukan.

2. Puasa Sunnah

Puasa sunnah merupakan puasa yang jika dikerjakan akan mendapat pahala dan jika tidak dikerjakan tidak berdosa. berikut beberapa puasa sunnah yaitu :

– Puasa Sya’ban (Nisfu Sya’ban)

Bulan ramadhan tidak hanya memiliki keistimewaannya sendiri, bulan sya’ban juga memiliki keistimewaannya sendiri. Di bulan sya’ban direkomendasikan bahwa umat islam mencari pahala sebanyak mungkin. Salah satu caranya dengan berpuasa semaksimal mungkin di awal pertengahan bulan sya’ban.

– Puasa Ashura

Bulan Muharram merupakan bulan yang disunnahkan untuk meningkatkan puasa. Bisa dilakukan diawal, diakhir maupun dipertengahan bulan. Namun, puasa utama nya adalah pada hari asyura yaitu hari kesepuluh di bulan muharram. Puasa ini dikenal sebagai Yaumu Ashura yang berarti pada hari kesepuluh bulan muharram.

– Puasa Senin dan Kamis

Puasa jenis ini juga merupakan puasa sunnah paling populer. Puasa pada hari Senin dimulai ketika Nabi Muhammad SAW memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari senin dan mamis. Karena senin merupakan hari ulang tahunnya, sedangkan kamis merupakan pertama kalinya Al-Quran diturunkan.

– Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah merupakan puasa yang dilakukan pada hari tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah. Istilah tarwiyah sendiri berasal dari kata tarawwa yang berarti menyediakan air. Hal ini karena para peziarah membawa banyak air zam-zam pada hari itu untuk mempersiapkan menuju mina dan arafah.

– Puasa Daud

Puasa jenis ini merupakan puasa yang unik karena puasadaud bersifat intermiten (sehari puasa dan sehari tidak). Puasa daud bertujuan untuk meniru puasa Nabi daud. Puasa jenis ini Merupakan puasa yang disukai Allah SWT.

– Puasa Syawal

Jenis puasa lainnya dari puasa sunnah merupakan puasa Syawal. Syawal sendiri merupakan nama bulan setelah bulan ramadhan. Puasa syawal merupakan puasa enam hari di syawal. Puasa ini dapat dilakukan secara berurutan dari hari kedua syawal atau dilakukan dengan tidak berurutan.

– Puasa Arafah

Puasa arafah merupakan jenis puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat islam yang tidak berhaji. Bagi muslim yang sedang berhaji, tidak ada keutamana untuk berpuasa pada hari arafah atau pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa arafah sendiri memiliki hak istimewa untuk yang melaksanakannya yaitu penghapusan dosa di tahun lalu dan dosa di tahun mendatang.

– Puasa Ayyamul Bidh

Umat muslim disunnahkan berpuasa setidaknya tiga kali sebulan. Namun, puasa paling utama dilakukan pada ayyamul bidh yaitu pada tanggal 13, 14 dan 15 dari bulan pada kalender islam atau bulan hijriah. Ayyamul bidh itu sendiri berarti hari putih karena pada malam-malam ini bulan purnama bersinar dengan cahaya bulan berwarna putihnya.

3. Puasa Makruh

Jika Anda berpuasa pada hari jumat atau sabtu dengan tujuan untuk disengaja atau dikhususkan maka hukum itu makruh kecuali Anda bermaksud atau ingin mengganti puasa Ramadhan, puasa kifarat atau puasa karena nadzar.

4. Puasa Haram

Puasa haram yaitu puasa yang jika dikerjakan mendapat dosa dan jika tidak dikerjakan mendapat pahala. Berikut macam puasa haram :

  1. Idul Fitri. Yang jatuh pada tanggal 1 Syawal yang disebut sebagai hari raya umat islam. Puasa dilarang pada hari ini karena hari ini merupakan hari kemenangan karena sudah puasa selama sebulan di bulan ramadhan.
  2. Idul Adha. pada tanggal 10 dzulhijjah merupakan hari raya kurban serta hari raya kedua bagi umat islam. Puasa dilarang pada hari ini.
  3. Hari Tasyrik. Itu jatuh pada tanggal 11, 12 dan 13 Dhulhijjah.
  4. Puasa setiap hari atau sepanjang tahun serta selamanya.

Demikianlah pembahasan tentang puasa semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya :