Pengertian Mengajar

Diposting pada

Pengertian Mengajar – Pada prinsipnya mengajar adalah upaya untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan untuk mempromosikan proses pembelajaran. Jika belajar dikatakan dimiliki oleh siswa, mengajar adalah kegiatan guru. Pelajaran memberi pengetahuan kepada setiap siswa.

Menurut pemahaman ini, Hal ini berarti bahwa tujuan belajar siswa hanyalah untuk memperoleh atau menguasai pengetahuan. Konsekuensi dari pemahaman ini dapat menyebabkan anak cenderung pasif karena hanya menerima informasi atau pengetahuan yang diberikan oleh gurunya.

Pengertian-Mengajar
Pengertian-Mengajar

Agar pelajaran dipusatkan pada guru, guru memegang kunci dalam proses pembelajaran dan juga mengajar di kelas. Guru menyampaikan pengetahuan sehingga siswa mengetahui pengetahuan yang disampaikan oleh guru. Pada prinsipnya, mengajar harus membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar atau mengajar adalah upaya untuk mengatur lingkungan dalam kaitannya dengan siswa.

Serta bahan pengajaran yang mengarah pada proses belajar-mengajar. Pemahaman ini juga menyiratkan bahwa guru harus dapat memainkan peran sebagai penyelenggara kegiatan belajar mengajar siswa dan bahwa mereka harus dapat memperoleh manfaat dari lingkungan. Baik di dalam kelas maupun di luar kelas yang juga mendukung kegiatan di bidang belajar dan mengajar.

Mengajar Menurut Pengertian Lama dan Baru

Pengertian Lama

Mengajar adalah penyerahan kebudayaan berupa pengalaman, keterampilan kepada siswa kita atau upaya untuk mewariskan budaya masyarakat kepada generasi berikutnya.

Dari definisi di atas, kita dapat melihat bahwa kegiatannya ada pada guru, sementara siswa hanya mendengar dan menerima apa yang diajarkan guru. Siswa tidak secara aktif menentukan apa yang diserahkan kepada mereka dan apa yang nantinya bermanfaat bagi kehidupan mereka. Siswa pasti akan menerima begitu saja, dia hanya percaya bahwa apa yang dikatakan guru tidak dikritik dan tidak secara aktif berpartisipasi dalam menentukan apa yang dia terima karena dia yakin apa yang diajarkan guru itu adalah kebenaran.

Pengertian Baru

Mengajar adalah panduan bagi siswa dalam proses pembelajaran. Jika Anda melihat definisi ini, menjadi jelas bahwa siswa itu sendiri aktif dalam proses pembelajaran, sementara guru hanya perlu mengawasi, mengoordinasi dan membimbing siswa untuk menyesuaikan mereka dengan kebutuhan mereka dan untuk mengingat kepribadian yang berbeda dari para siswa. Dalam hal ini siswalah yang lebih aktif dalam memikirkan hal-hal yang sedang dipelajari.

Mengajar karena itu berarti memberikan pengetahuan kepada siswa. Dari pemahaman ini, Hal ini berarti bahwa tujuan siswa hanya untuk memperoleh atau menguasai pengetahuan. Oleh karena itu, siswa lebih pasif karena mereka hanya menerima informasi atau telah menguasai pengetahuan gurunya, sehingga ada juga yang menyebut jenis pengajaran ini sebagai pengajaran intelektual.

Kelas memberikan pengetahuan kepada siswa dengan harapan bahwa proses pemahaman akan dimulai. hal ini berarti bahwa siswa dapat menyimpang dari intelektual dan menciptakan sesuatu yang baru.

Pemahaman umum, mengajar adalah kegiatan untuk mengatur atau mengelola lingkungan sebaik mungkin dan untuk terhubung dengan anak-anak sehingga proses pembelajaran berlangsung. Dengan kata lain, mengajar, menciptakan kondisi yang kondusif bagi kegiatan belajar siswa.
Dapat disimpulkan bahwa konsep pengajaran adalah transfer pengetahuan yang diberikan dan dipahami oleh para siswa ini dan juga dapat digunakan untuk kehidupan selanjutnya.

Tujuan Mengajar

Sederhananya, Mengajar bertujuan untuk menyampaikan pengetahuan dan untuk melatih pola berpikir siswa.

Mengajar untuk Memberi Pengetahuan

Dalam konteks pendidikan, ilmu pendidikan dibagi menjadi dua bagian, yaitu ilmu eksak dan non eksak.

Ilmu eksak adalah ilmu yang membutuhkan logika, perhitungan, dan keterampilan analitis yang kuat, seperti matematika, fisika, dan kimia. Ilmu pasti ini cenderung memaksimalkan kerja otak kiri.

Ilmu non eksak adalah ilmu yang membutuhkan teori, pemahaman, dan ingatan yang kuat, seperti bisnis, seni, bahasa, dan sebagainya. Tidak seperti sains yang eksak, sains eksak ini membutuhkan kinerja otak kanan.

Mengajar untuk Melatih Pola Pikir

Dalam bukunya “Taxonomy of Effective Teaching” Benjamin Bloom membagi pola pikir para siswa menjadi lima tingkatan. Lima tingkat pemikiran adalah pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis dan kreativitas.

Pengetahuan

Guru mengajar di tingkat ini dengan menyampaikan fakta kepada murid-muridnya. Guru terbatas memberikan informasi kepadanya. Hasil yang diharapkan adalah bahwa pengetahuan siswa meningkat. Mereka yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang suatu fakta harus mengetahuinya.

Pemahaman

Pada tingkat ini, guru mulai mengembangkan teknik mengajar untuk siswa mereka. Guru tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong sikapnya terhadap apa yang dia ketahui. Misalnya, setelah mengetahui arti sisi, simpul dan tepi sebuah kubus. Guru mencoba untuk bertanya tentang banyak sisi, simpul, dan tulang rusuk dari balok, prisma, piramida, tabung, dan ruang-ruang lainnya.

Penerapan

Pada tingkat pemikiran ini, guru memberi siswa-siswanya bentuk kegiatan dalam proses pembelajaran. Mereka menerapkan semua yang telah mereka pelajari berdasarkan pengetahuan dan pemahaman mereka.

Analisis

pada tingkat selanjutnya, guru dapat menjelaskan berbagai kemungkinan dan hubungan yang berbeda dalam suatu materi pembelajaran. Dalam fase ini, guru mendorong siswa untuk memikirkan suatu topik dan mendorong mereka untuk menarik kesimpulan dari pemikiran mereka.

Kreatif

level terakhir adalah pola pikir kreatif. Pada level ini, guru tidak hanya membuat siswa memikirkan masalah, tetapi juga memungkinkan mereka untuk menghasilkan ide, konsep, ide, atau pekerjaan baru.

Demikianlah pembahasan tentang pengertian mengajar semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya