Sifat Cermin Cembung

Diposting pada

Sifat Cermin Cembung – Cermin adalah objek yang memantulkan cahaya (reflektor) dan memantulkan bayangan. Sisi-sisi cermin juga bisa dibuat cembung atau cekung.

Cermin berbeda dari lensa. Hanya satu sisi cermin yang memiliki fungsi memantulkan cahaya, yaitu permukaan cermin, sedangkan bagian belakang cermin tidak relevan karena cahaya tidak melewati cermin.

Sifat-Cermin-Cembung

Pengertian Cermin Cembung

Cermin cembung adalah cermin yang memiliki bentuk melengkung yang melengkung pada permukaan cermin yang memantulkan cahaya. Cermin cembung adalah cahaya divergen atau tersebar karena adanya sinar lampu dan dipantulkan kembali dan didistribusikan pada satu titik di permukaan cermin cembung. Contoh cermin cembung dalam kegiatan sehari-hari adalah kaca spion pada sepeda motor atau mobil serta cermin diperempatan dan pertigaan jalan.

Sinar Istimewa dan Sifat Bayangan Cermin Cembung

Sinar istimewa dan sifat bayangan berbeda antara cermin cekung dan cermin cembung, yaitu

Sinar Istimewa

Sinar istimewa pada cermin cembung berbeda dengan cermin cekung, yaitu :

  • Pertama sinar datang dan sejajar dengan sumbu utama dan kemudian mereka dilemparkan kembali seolah dari fokus.
  • Contoh Gambarnya ada dibawah ini
Sinar-Pantul-Sejajar-dengan-Sumbu-Utama
Sinar Pantul Sejajar dengan Sumbu Utama
  • Kedua sinar yang mengenai sumbu R kemudian dipantulkan kembali dari sumbu R.
  • Contoh gambar dibawah ini
Sinar-R-dipantulkan-kembali-Ke-R
Sinar R dipantulkan kembali Ke R
  • Ketiga sinar itu kemudian sampai ke titik fokus dan dilemparkan kembali sejajar dengan sumbu utama
  • Contoh gambar dibawah ini
Sinar-Fokus-Dipantulkan-Sejajar-dengan-Sumbu-Utama
Sinar Fokus Dipantulkan Sejajar dengan Sumbu Utama

Sifat Cermin Cembung

Sifat bayangan ketika jarak objek lebih kecil dari panjang fokus cermin cembung (s <f):

  1. Maya berarti bahwa berkas cahaya tidak melewati bayangan karena bayangan berada di belakang cermin cembung
  2. Tidak terbalik atau tegak
  3. Semakin jauh benda tersebut dari cermin cembung, semakin kecil bayangan jadinya
  4. Semakin jauh benda tersebut dari cermin cembung, semakin jauh bayangan tersebut dari cermin cembung

Sifat bayangan jika jarak objek sesuai dengan panjang titik fokus cermin cembung (s = f):

  1. Maya berarti bahwa berkas cahaya tidak melewati bayangan karena bayangan ada di belakang cermin
  2. Tegak
  3. Diperkecil (ukuran bayangan adalah 1/2 ukuran objek)
  4. Jarak bayangan lebih kecil dari jarak objek (jarak bayangan adalah 1/2 dari jarak objek)

Jika jarak objek lebih besar dari panjang fokus dan lebih kecil dari jari-jari kelengkungan cermin cembung (f <s <R):

  1. Maya berarti bahwa berkas cahaya tidak melewati bayangan karena bayangan berada di belakang cermin cembung
  2. Tidak terbalik atau tegak
  3. Diperkecil (ukuran bayangan lebih kecil dari ukuran objek)
  4. Semakin jauh objek tersebut dari cermin cembung, semakin jauh bayangan tersebut dari cermin cembung

Jika jarak objek sesuai dengan jari-jari kelengkungan cermin cembung (s = R):

  • Maya berarti bahwa berkas cahaya tidak melewati bayangan karena bayangan berada di belakang cermin cembung
  • Tegak
  • Diminimalkan (ukuran bayangan 1/3 dari ukuran objek)
  • Jarak bayangan lebih kecil dari jarak objek (jarak bayangan 1/3 jarak objek)

Jika jarak objek lebih besar dari jari-jari kelengkungan cermin cembung (s> R):

  1. Maya berarti bahwa berkas cahaya tidak melewati bayangan karena bayangan berada di belakang cermin cembung
  2. Tegak
  3. Diperkecil (ukuran bayangan lebih kecil dari ukuran objek)
  4. Jarak objek lebih kecil dari jarak objek (gambar lebih dekat ke cermin sementara objek lebih jauh dari cermin).

Rumus Cermin Cembung

Rumus cermin cembung hampir mirip dengan rumus cermin cekung, kecuali bahwa nilai fokus (F) negatif.
1 / f = 1 / s + 1 / s’

Deskripsi:

f = fokus cermin
s = jarak objek dari cermin
s’ = jarak bayangan

Gunakan rumus berikut untuk menentukan perbesaran bayangan pada cermin cembung:
M = s ‘/ s = h’ / h

Deskripsi:

s = jarak objek dari cermin
s’ = jarak bayangan
h’ = tinggi bayangan
h = tinggi objek

Contoh pertanyaan

Jika jarak objek dari cermin adalah 10 cm dan fokus cermin adalah -15 cm, berapa jarak bayangan objek?

Diketahui :

S = 10 cm
f = -15 cm

Ditanyakan: S ‘= …?

Jawaban:

1 / s + 1 / s ‘= 1 / f
1/10 + 1 / dtk = -1 / 15
1 / s ‘= -1 / 15 – 1/10
1 / s ‘= -2 / 30 – 3/30
1 / s ‘= -5 / 30
S ‘= – 30/5 = -6 cm

Karena itu jarak bayangan objek adalah -6 cm.

Fungsi Cermin Cembung

Menyebarkan Cahaya

Cahaya cermin positif atau cembung adalah bersifat divergen (menyebarkan sinar ). Jenis cermin positif ini sama dengan jenis lensa positif yang digunakan kacamata untuk membantu penderita miopia.

Bayangan Benda Tegak

Bayangan objek yang dibentuk oleh cermin positif selalu tegak. Ini berarti bayangan tidak pernah terbalik di mana pun objek berada.
Bukti-bukti bahwa pengemudi atau pengendara belum pernah melihat bayangan kendaraan atau benda lain secara terbalik.
Anda dapat membayangkan apa yang terjadi ketika bayangan yang dibentuk oleh kaca spion kendaraan Anda terbalik.

Bentuk Bayangan Semu

Bayangan yang dibuat oleh cermin cembung selalu semu jika bayangan objek selalu di belakang cermin. Jika objek jauh di belakang cermin, bayangan objek juga terlihat kecil.
Sebaliknya, semakin dekat objeknya, semakin besar pantulan di kaca spion.
Berdasarkan pembahasan di atas, sudah sepantasnya bahwa setiap kendaraan harus menggunakan cermin cembung sehingga bayangan kendaraan atau benda lain di belakangnya tidak terbalik.
Jadi Anda bisa berkendara dengan aman di jalan raya atau di tempat-tempat ramai.

Manfaat Cermin Cembung

  1. Cermin cembung digunakan sebagai kaca spion untuk mobil, sepeda motor atau berbagai alat lainnya.
  2. Ditempatkan sebagai cermin di pertigaan atau persimpangan jalan untuk menghindari tabrakan

Demikianlah pembahasan tentang sifat cermin cembung semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

Posting terkait: