Metamorfosis Nyamuk

Diposting pada

Metamorfosis Nyamuk – Meskipun nyamuk tampak sepele dan tidak mengancam jika dilihat dengan mata, mereka pada dasarnya sangat berbahaya karena dapat menyebabkan wabah penyakit yang berbahaya.

Banyak penyakit seperti chikungunya, demam berdarah, malaria, zika dan penyakit berbahaya lainnya yang paling banyak diderita anak-anak disebabkan oleh nyamuk ini. Penelitian telah menunjukkan bahwa indonesia adalah negara yang rentan terhadap ancaman gigitan nyamuk.

Siklus hidup nyamuk yang berasal dari telur nyamuk yang menetas, kemudian tumbuh ke tahap larva, berkembang menjadi pupa atau kepompong.

Kemudian pupa berubah menjadi nyamuk dewasa yang kawin dan menghasilkan generasi baru nyamuk dengan siklus yang sama yang berulang.

Pengertian Metamorfosis Nyamuk

Layaknya metamorfosis katak, nyamuk juga hewan yang mengalami metamorfosis yang sempurna. Pada metamorfosis terbagi menjadi 2 jenis yakni metamorfosis sempurna serta metamorfosis tidak sempurna.

Pada tahap ini nyamuk bertindak sebagai insecta (serangga) yang mengalami siklus hidup yang sempurna. Hal tersebut karena nyamuk melewati semua fase yang terkandung pada metamorfosis sempurna.

Di satu sisi, nyamuk melewati fase kepompong atau pupa yang merupakan prasyarat bagi serangga (insekta) untuk mengalami metamorfosis yang sempurna.

Secara umum, metamorfosis secara sempurna dapat dibagi menjadi empat fase, termasuk tahap telur, larva, kepompong (pupa) serta nyamuk dewasa (imago). Penjelasan lebih lanjut lihat pembahasan dibawah ini.

Tahap Metamorfosis Nyamuk

Metamorfosis-Nyamuk

Tahap Telur

Tidak semua nyamuk mengisap darah manusia, karena hanya jenis kelamin perempuan yang menghisap darah manusia. Karena nyamuk betina membutuhkan darah manusia sebagai sumber protein dan energi untuk membuat telur.

Nyamuk bertelur di tempat yang tergenang atau di air yang mengalir lambat. Biasanya, nyamuk betina dapat menghasilkan hingga 110-350 telur dengan ukuran yang sangat kecil sekitar 0,5 mm.

Tahap Larva

Larva nyamuk atau yang biasa disebut larva berasal dari kulit telur dan tumbuh di permukaan air. Larva ini tumbuh dalam 4 tahap (stage), yaitu larva mengubah bentuknya dan memiliki sejumlah rambut halus pada tubuhnya.

Larva nyamuk ini terus berkembang selama 6-10 hari, sehingga larva berubah menjadi pupa. Pertumbuhan jentik atau larva nyamuk sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu suhu air dan persediaan makanan, dan tidak ada predator di ekosistem perairan di habitatnya.

Tahap Pupa

Setelah menjadi jentik atau larva nyamuk selama 1 minggu, mereka memasuki tahap akhir dari habitat air. Larva nyamuk ini berubah menjadi kepompong atau pupa selama dua belas hari untuk bersiap menjadi nyamuk dewasa yang sudah bisa terbang.

Pada fase kepompong (pupa), mereka tidak aktif dan hanya mengapung di permukaan air, tetapi fungsi fisiologis pernapasannya masih dapat bekerja. Pupa (kepompong) itu masih menyerap oksigen melalui corong pernapasan di bagian atas.

Tahap Nyamuk Dewasa

Setelah melewati dua belas hari, pupa (kepompong )nyamuk ini kemudian membuka cangkang yang menutupi tubuhnya dan kemudian berubah bentuk menjadi nyamuk dewasa yang bisa terbang. Berdasarkan jenis kelamin yaitu nyamuk jantan dan nyamuk betina.

Nyamuk jantan ini akan keluar dari kulit cangkang kepompong, kemudian nyamuk betina juga akan keluar. Keluar nyamuk jantan tetap di sarang, dan setelah nyamuk betina keluar, nyamuk jantan menikahi nyamuk betina dan nyamuk betina terbang untuk menemukan darah yang dibutuhkan untuk inkubasi telur mereka nanti.

Setelah perut nyamuk betina penuh dengan darah, nyamuk betina beristirahat untuk menunggu proses membuahi dan pertumbuhan telurnya. Waktu yang dibutuhkan untuk menunggu proses pengembangan di setiap telur, tergantung pada suhu dan kelembaban pada lokasi.

Jenis-jenis Nyamuk

Nyamuk Culex (Cules Spp.)

nyamuk-culex
Gambar : Nyamuk Culex

Nyamuk Culex adalah jenis nyamuk yang menyebarkan penyakit jepang b ensefalitis yaitu suatu penyakit yang umum di jepang. Karena habitat asli nyamuk jenis ini yaitu jepang.

Ciri-ciri

  1. Nyamuk dewasa memiliki rongga dada, kaki, dan urat-urat di sayap, yang selalu tertutup sisik cokelat.
  2. Warna gelap menyebar di ujung perutnya yang tumpul.
  3. Larva berada 45 derajat dari permukaan air.
  4. Telurnya berwarna coklat, panjang dan berbentuk silinder dan membentuk pola vertikal pada permukaan air. Telurnya 300 butir.
  5. Biasanya panjangnya sekitar 3-4 mm dan panjangnya sekitar 2-3 mm.

Siklus Hidup

  1. Urutan dari telur sampai menjadi nyamuk dewasa bertahan 1 hingga 6 hari.
  2. Proses metamorfosis yang sempurna yaitu telur, larva, pupa, dan nyamuk dewasa.

Kebiasaan

  1. Habitat: Sebagian besar nyamuk ini berkembang biak di genangan air dan selokan.
  2. Waktu gigitan: Gigitan pada malam hari dan biasanya bersarang di ruangan sebelum dan sesudah mengisap darah.
  3. Terkadang ditemukan di luar ruangan atau bersarang di luar ruangan.
  4. Nyamuk ini memiliki warna gelap dengan sayap lebar.

Nyamuk Aedes (Aedes aegypti)

Nyamuk-Aedes
Gambar : Nyamuk Aedes

Nyamuk Aedes memiliki gigitan atas ketika intensitas cahaya berubah atau setelah matahari terbit dan sebelum matahari terbenam.

Ciri-ciri

  1. Nyamuk dewasa memiliki garis-garis hitam dan putih.
  2. Larva berada 45 derajat dari permukaan air.
  3. Telurnya berwarna hitam dan berbentuk seperti bola rugby.

Siklus Hidup

  1. Urutan hidup dari mulai telur hingga menjadi dewasa bertahan 6 hingga 8 hari.
  2. Proses metamorfosis sempurna: telur, larva, kepompong dan nyamuk dewasa.

Kebiasaan

  1. Habitatnya terdiri dari reservoir dengan air bersih untuk perkembangbiak, terutama nyamuk jantan.
  2. Menyukai warna gelap seperti hitam, merah dan biru tua.
  3. Dapat terbang dalam jarak dekat kira-kira 50 hingga 100 m.

Nyamuk Anopheles (Anopheles spp.)

Nyamuk-Anopheles
Gambar : Nyamuk Anopheles

Nyamuk Anopheles merupakan jenis nyamuk yang bertanggung jawab atas penyebaran penyakit malaria. Di indonesia sendiri, jenis malaria ini sering terjadi di daerah kumuh atau di tempat-tempat dengan banyak sampah.

Ciri-ciri

  1. Nyamuk dewasa: Berwarna pucat dan juga memiliki tanda gelap di sayap dan bersandar pada permukaan kulit pada sudut 45 derajat.
  2. Larva nyamuk ini diposisikan sejajar dengan permukaan air.
  3. Telur-telur itu panjangnya 1 mm dan mengapung di permukaan air.

Siklus Hidup

  1. Urutan dari telur untuk menjadi nyamuk dewasa memakan waktu 6 hingga 10 hari.
  2. Metamorfosis sempurna: telur, larva, pupa, dan nyamuk dewasa.

Kebiasaan

  1. Habitat nyamuk ini lebih menyukai air bersih dan tidak tercemar.
  2. Gigitan irama dilakukan oleh nyamuk dan sering dilakukan pada malam hari
  3. Beristirahat di luar atau di dalam.
  4. Lebih suka warna gelap.
  5. Nyamuk betina yang mengisap darah sekali dapat menghasilkan hingga 50-150 telur.

Demikianlah pembahasan tentang metamorfosis nyamuk semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>